PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DIKLAT
Oleh;Goto Kuswanto, SIP.MM
ABSTRAK
Pemakaian media pembelajaran dalam pembelajaran dapat membangkitkan
keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan
kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis
terhadap peserta didik. Penggunaan media pembelajaran pada tahap
orientasi pengajaran akan sangat membantu keaktifan proses pembelajaran
dan penyampaian pesan dan pembelajaran pada saat itu. Selain
membangkitkan motivasi dan minat, media pembelajaran juga dapat membantu
peserta didik untuk meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan
menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, dan memadatkan
informasi. Seseorang akan mencapai hasil belajar 10 % dari apa yang
dibaca, 20 % dari apa yang di dengar, 30 % dari apa yang dilihat, 50 %
dari apa yang dilihat dilihat dan di dengar, 70 % dari apa yang
dikatakan, dan 90 % dari apa yang dikatakan dan dilakukan.
Kata kunci: Paenerapan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Efektivitas Diklat
A. Pendidikan dan Pelatihan
Semua karyawan yang baru bekerja, pada umumnya masih belum mempunyai
kecakapan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan oleh perusahaan di mana
ia bekerja. Tidak jarang pada karyawan baru yang diterima bekerja tidak
mempunyai kemampuan secara penuh untuk melaksanakan tugas-tugas
pekerjaan mereka. Setelah karyawan direkrut, dipilih dan dilantik atau
diperkenalkan, selanjutnya dia harus dikembangkan agar lebih sesuai
dengan pekerjaan dan organisasi atau perusahaan. Tidak seorangpun yang
sepenuhnya sesuai pada saat pengangkatan, sehingga harus dilakukan
pendidikan dan latihan.
Moekijat (1990 : 58-62) menjelaskan berbagai jenis pendidikan dan latihan bagi pegawai yaitu :
a. Pendidikan dan latihan awal, yaitu pendidikan dan latihan yang
bersifat pra jabatan (pre service training) dengan tujuan memberikan
pengetahuan, kemampuan, penyesuaian sikap dan kepribadian dengan tugas
jabatan yang akan dipangkunya bagi pegawai yang belum mempunyai status
pegawai atau calon pegawai.
b. Pendidikan dan latihan jabatan struktural, yaitu pendidikan dan
latihan yang menyangkut peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan
kemampuan guna memenuhi persyaratan jabatan struktural tertentu.
c. Pendidikan dan latihan kedinasan, yaitu upaya pemberian bekal atau
peningkatan atau pemantapan pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai
dengan profesinya.
d. Pendidikan dan latihan khusus, yaitu pendidikan dan latihan yang
menyangkut peningkatan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan keahlian
khusus yang bermanfaat bagi pegawai.
e. Pendidikan dan latihan penataran, yaitu pendidikan dan latihan
guna meningkatkan pengetahuan, kemampuan, ketrampilan dan keahlian
pegawai sesuai dengan bidang tugasnya dalam meningkatkan daya guna dan
hasil guna pegawai.
f. Pendidikan dan latihan penjenjangan, yaiu pendidikan dan latihan
yang terdiri dari berbagai tingkatan, disesuaikan dengan kualitas yang
diperlukan untuk memelihara kontinuitas pembinaan aparatur pemerintah
dan diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan jabatan yang sama, dan
atau perpindahan jabatan yang setingkat serta persiapan bagi mereka yang
akan dipromosikan ke jenjang golongan kepangkatan atau jabatan yang
setingkat lebih tinggi.
Kegiatan pendidikan dan latihan yang dilakukan perusahaan menurut Handoko (1995 : 103) mempunyai dua tujuan utama yaitu :
a. Pendidikan dan latihan dilakukan untuk menutup gap antara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan.
b. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan
efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang
telah ditetapkan.
Berdasarkan pada tujuan pendidikan dan latihan tersebut, dapat diketahui
bahwa program tersebut ternyata tidak saja diperlukan oleh karyawan
baru, tetapi juga duperlukan oleh karyawan yang sudah bekerja lama yang
ditujukan untuk peningkatan prestasi kerja mereka.
Pendidikan dan latihan yang dilakukan perusahaan terhadap karyawannya
dilakukan dengan mendasarkan pada kebutuhan, tujuan-tujuan dan
sasaran-sasaran program, isi dan prinsip-prinsip belajar. Bagaimanapun,
seseorang seharusnya tidak berhenti belajar setelah menamatkan
sekolahnya (pendidikan formal), karena belajar adalah suatu proses
seumur hidup (life-long process), sehingga pendidikan dan latihan
bersifat kontinyu dan dinamis.
Gerald dan Ely (Arsyad, 2004 : 12) mengemukakan tiga ciri media yang
merupakan petunjuk mengapa media digunakan dalam pembelajaran, yang
dapat dilakukan media dalam membantu seorang guru menjelaskan atau
menerangkan sebuah materi pelajaran. Ciri-ciri tersebut adalah :
a. Ciri Fiksatif (fixatife property)
Ciri ini mendiskripsikan kemampuan media untuk merekam, menyimpan,
melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau obyek. Suatu
peristiwa atau obyek dapat diurut dan disusun secara sistematis dan
kronologis melaui media seperti fotografi, video tape, audio tape,
disket komputer, dan film. Suatu obyek yang telah diambil gambarnya
(direkam) dengan menggunakan kamera atau video kamera dapat direproduksi
(dibuat ulang) dengan mudah kapan saja dibutuhkan. Dengan ciri fiksatif
ini, media memungkinkan suatu rekaman kejadian atau obyek yang terjadi
pada suatu waktu tertentu dapat ditransportasikan tanpa mengenal waktu,
karena telah diabadikan melalui rekaman.
Ciri-ciri yang sangat penting bagi guru adalah karena kejadian-kejadian
atau obyek yang telah direkam atau disimpan dengan format media yang ada
dapat digunakan setiap saat. Peristiwa yang kejadianaya hanya sekali
(dalam satu dekade atau satu abad) dapat diabadikan dan disusun kembali
untuk keperluan suatu pengajaran, gerhana matahari, atau gunung meletus
misalnya. Prosedur laboratorium yang rumit dapat direkam dan diatur
untuk kemudian direproduksi kembali ketika dibutuhkan untuk kepentingan
pengajaran. Begitu pula kegiatan peserta didik dapat diabadikan dan
direkam untuk kemudian dilakukan proses evaluasi baik oleh peserta didik
sendiri secara perorangan maupun secara kelompok.
a. Pilihan Media Tradisional :
1) Visual diam yang diproyeksikan seperti : proyeksi opaque (tidak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, filmstrips.
2) Visual yang tidak diproyeksikan seperti : gambar dan poster, foto,
charts, grafik, diagram, pameran, papn info, papan-bulu.
3) Audio seperti rekaman piringan, pita kaset, reel, catridge.
4) Penyajian multimedia, slide plus suara (tape), multi-image.
5) Visual dinamis yang diproyeksikan seperti film, televisi, video.
6) Cetak seperti buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah berkala, lembaran lepas (hand out), koran.
7) Permainan seperti teka-teki, simulasi, permainan papan.
8) Realita seperti model, specimen (contoh), manipulatif (peta, boneka)
b. Pilihan Media Teknologi Mutakhir
1) Media berbasis telekomunikasi seperti telekonferen dan kuliah jarak jauh.
2) Media berbasis mikroposesor seperti computer-assisted instruction,
permainan komputer, sistem tutor inteligen, interaktif, hypermedia,
compact (video) disc.